Demo Bundaran HI, Mahasiswa Desak Perubahan dan Keadilan
Aksi ini melibatkan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (SADAR) dan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI). Massa mulai memadati kawasan Bundaran HI sekitar pukul 14.30 WIB. Mereka membawa lima tuntutan utama yang ditujukan kepada pemerintah, sebagai bentuk evaluasi terhadap kebijakan nasional dan penyelenggaraan pemerintahan.
Tuntutan tersebut meliputi penanganan kebakaran hutan dan lahan, perbaikan tata kelola lahan, penggunaan anggaran negara untuk kepentingan rakyat, penurunan biaya pendidikan, perluasan lapangan kerja, pemberantasan korupsi, serta perlindungan hak asasi manusia dan kebebasan berpendapat. Seluruh tuntutan itu merupakan aspirasi demonstran dan belum dapat dipandang sebagai kesimpulan independen atas kebijakan pemerintah.
Aksi juga menarik perhatian karena kehadiran sejumlah figur publik, termasuk Reza Rahadian, Eva Celia, dan Zaskia Adya Mecca. Namun, keterlibatan masing-masing memiliki bentuk berbeda. Pemberitaan media menyebut Reza dan Eva terlihat di tengah massa, sedangkan Zaskia turut membantu melalui dukungan ambulans, tenaga medis, dan logistik.
Di sisi lain, sejumlah mahasiswa membawa replika salib berwarna merah sebagai simbol protes terhadap kerusakan hutan dan ancaman terhadap ruang hidup masyarakat adat Papua. Simbol tersebut dikaitkan dengan solidaritas terhadap masyarakat adat serta penolakan terhadap proyek dan pembukaan lahan yang dinilai berdampak pada lingkungan. Aspirasi ini menjadi bagian dari tuntutan agar pemerintah memperkuat perlindungan lingkungan dan hak masyarakat adat.
Pengamanan dilakukan aparat gabungan, sementara kepolisian menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional. Sejumlah ruas di sekitar Jalan MH Thamrin dan Jalan Jenderal Sudirman sempat terdampak. Setelah massa membubarkan diri, arus lalu lintas kembali dibuka sekitar pukul 20.10 WIB pada Rabu malam. Petugas masih terlihat berjaga untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Aksi #IndonesiaSadar menjadi pengingat bahwa penyampaian pendapat merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi. Pada saat yang sama, aspirasi masyarakat perlu ditanggapi melalui dialog, evaluasi kebijakan, dan tindak lanjut yang terukur. Pemerintah, penyelenggara aksi, dan aparat keamanan memiliki tanggung jawab masing-masing untuk menjaga ruang demokrasi tetap terbuka, tertib, serta menghormati hak masyarakat luas.